21.8 C
New York
Jumat, Juni 25, 2021

Buy now

Pandemi Menjadi Wadah Untuk Melatih Kemampuan Literasi Khususnya Guru dan Peserta Didik

Pekanbaru – Namun aturan dari Mendikbud mengenai merdeka belajar, meniadakan Ujian Nasional, dan kegiatan tatap muka di sekolah diliburkan membuat beberapa oknum mengenyampingkan wajibnya belajar.

Tentunya ini pemikiran yang salah, karena tujuan dari aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan bukan untuk membuat peserta didik, guru dan berbagai lapisan masyarakat yang bergelut di dunia pendidikan untuk bersantai,melainkan untuk melatih, memaksa, hingga memimpin diri sendiri agar tetap konsisten berkarya walaupun dalam keadaan sulit.

Hal tersebut tergambar pada kalimat di dalam Surat Edaran Mendikbud mengenai pembelajaran dilakukan agar dapat melatih peserta didik dalam menguasai hal hal yang berkaitan dengan kecakapan hidup.

Secara umum yang dimaksud kecakapan hidup adalah bagaimana proses seseorang dapat menemukan solusi terhadap masalah yang sedang dialaminya dan mampu berinteraksi serta beradaptasi dengan orang lain.

Bertepatan dengan hal itupun Bapak H.Ismardi, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menggalakkan setiap guru untuk berkarya.

Berkarya yang tidak lepas dari keterampilan dalam Literasi, namun banyak yang salah memahami literasi sebagai membaca, menulis karya di mading, membuat pojok baca, ini keliru yang dijabarkan itu adalah hasil atau produk literasi sedangkan literasi itu dapat dideskripsikan sebagai seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara,menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi literasi bukan hanya membaca, tetapi menulis, berpidato, bersyair,berpantun, berhitung dan berbagai seni dalam dunia pendidikan lainnya. Nadiem selaku Menteri Pendidikan tidak duduk diam, namun berinovasi menciptakan berbagai kegiatan mandiri yang dapat diikuti oleh pendidik pada akun SIMPKB masing masing guru.

Baik itu literasi, guru penggerak, Asemen Kompetensi Minimum, dan lainnya. Sebut saja AKM salah satu program guru belajar, setiap guru yang mengikuti program tersebut diwajibkan membaca materi selama 3 hari kemudian membuat video pengimbasan tanda telah selesai mempelajari AKM secara singkat dan membagikan video tersebut di akun yutube masing – masing.

Menuangkan kata-kata menjadi sebuah video bukan hal mudah, serta harus memiliki daya literasi yang tinggi, untuk melatih daya tangkap tentang literasi tersebut . Kemampuan literasi dalam hal mengubah bahasa verbal menjadi audio visual dalam memaknai Asesmen Kompetensi Minimum.

Secara singkat Asesmen Kompetensi Minimum dilakukan dengan dua cara yaitu keterampilan berliterasi dan numerasi.

AKM tersebut bukan pengganti ujian nasional, tetapi sebagai alat untuk memudahkan guru dalam menilai pemahaman peserta didik dan menentukan metode pembelajaran yang dilakukan setelah AKM guna meningkatkan pemahaman peserta didik.

Guru salah satu penggerak literasi terkuat di dunia pendidikan, karena terlibat langsung dengan penerus bangsa di masa depan.

Bagaimana mungkin penerus bangsa akan jadi literatur jika gurunya bukan literatur, maka dari itu mulai sekarang mari kita berbenah, menanamkan dalam hati untuk konsisten menuangkan ide ide kedalam tulisan, perbanyak membaca untuk menambah pengetahuan, gali potensi diri yang terpendam dan jadilah literatur yang karyanya diperhitungkan di dunia pendidikan. Menggali potensi diri dapat dilakukan dengan konsultasi, berdiskusi, mencari orang orang yang bergerak dalam mengembangkan literasi agar dapat memotivasi diri untuk menghasilkan sebuah karya.

Penulis :

Harni Dasrianti,S.Pd. Lahir di Pekanbaru 19 Oktober 1992. Berprofesi sebagai PNS di unit SD Negeri 35 Pekanbaru. Bergabung dalam komunitas Salmah Creative Writing yang bergerak untuk meningkatkan budaya literasi.

Memiliki eksistensi di dunia entertainment dan creator konten YouTube. Motto hidup “Berikan hal terbaik dalam hal apapun, dan ambil setiap kesempatan yang hadir di depan mata karena belum tentu esok ia akan kembali”.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,103FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles